STUDI PENGARUH PERENDAMAN DAN PEREBUSAN TERHADAP KANDUNGAN KALSIUM OKSALAT PADA UMBI SENTHE (Alocasia macrorrhiza (L) Schoot)
LATAR BELAKANG
Senthe (Alocasia macrorrhiza (L) Schoot) merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang tumbuh liar di daerah tropis . Tanaman senthe ini mempunyai potensi sebagai makanan pokok maupun selingan dengan sumber karbohidrat tinggi . Akan tetapi senthe mengandung asam oksalat yang dapat mengurangi penyerapan kalsium dalam sistem pencernaan dan kalsium oksalat yang menyebabkan rasa gatal . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh proses perendaman dan perebusan terhadap kandungan kalsium oksalat dalam irisan umbi senthe . Pada penelitian ini, variable yang dipelajari adalah pengaruh ketebalan irisan (0,5 cm ; 1 cm ; 1,5 cm), waktu perendaman (2 jam dan 4 jam), dan perbandingan berat umbi talas terhadap volume larutan garam (1:3 ; 1:4 ; 1:5 ; 1:6 ; 1:7) b/v, serta waktu perebusan (10 menit, 20 menit , dan 30 menit) .
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Pengaruh ketebalan irisan terhadap pengurangan kadar kalsium oksalat
Hasil analisis umbi talas senthe yang telah direbus dalam larutan NaCl (0,05%) dengan perbandingan berat talas/ volume larutan 1 : 4 (b/v) waktu perendaman 2 jam pada suhu 100°C disajikan dalam Tabel :
Waktu perebusan Penurunan Kadar kalsium oksalat (%)
(menit) 0,5 cm 0,1 cm 1,5 cm
10 3,488 3,723 2,778
20 17,442 17,021 8,333
30 53,488 26,197 20,370
Sedangkan untuk hasil analisis umbi talas senthe yang telah direbus dalam larutan NaCl (0,05%) dengan perbandingan berat talas/volume larutan 1:4 (b/v) waktu perendaman 4 jam pada suhu 100°C disajikan sbb :
Waktu perebusan Penurunan Kadar kalsium oksalat (%)
(menit) 0,5 cm 0,1 cm 1,5 cm
10 3,797 9,521 7,407
20 18,987 31,383 14,815
30 26,582 39,362 22,222
Dari hasil analisis kadar oksalat pada waktu perendaman 2 jam didapatkan bahwa semakin tipis irisan maka pengurangan kadar kalsium oksalat semakin banyak . Namun, pada waktu perendaman 4 jam didapatkan pengurangan kadar kalsium oksalat terbanyak pada variable ketebalan irisan 1 cm .
Ditinjau dari segi penghilangan kalsium oksalat, umbi talas dengan ketebalan irisan 0,5 cm menyebabkan reduksi kalsium oksalat yang lebih besar dibandingkan dengan ketebalan irisan 1 cm .
Semakin tipis irisan, maka jarak difusi air menuju kedalam ppori umbi semakin pendek, sehingga laju difusinya semakin besar .
Irisan yang terlalu tipis akan menyebabkan tekstur umbi menjadi lembek dan terjadi gletinasi .
Berdasarkan hal tsb, pengurangan kalsium oksalat lebih tepat jika dilakukan dengan ketebalan irisan 1 cm , mengurangi kadar kalsium oksalat didalam umbi talas dengan banyak , dan tidak terjadi perubahan tekstur ada umbi talas .
2. Pengaruh waktu perendaman terhadap pengurangan kadar kalsium oksalat
Setelah direndam dalam air selama 4 jam kadar kalsium oksalat mengalami penurunan sebesar 39,36%dari kadar awalnya
Proses perendaman ini dilakukan pada suhu 30°C , sehingga kalsium oksalat tidak dapat larut dalam air perendam . Kadar oksalat selama perendaman akan terus menurun karena peristiwa osmosis yang terus berlangsung sehingga kalsium oksalat akan keluar .
3. Pengaruh rasio berat perendaman terhadap pengurangan kadar kalsium oksalat
Peningkatan reduksi oksalat yang cukup tinggi terjadi pada rasio berat perendaman 1;5 , 1:6 , dan 1:7 (b/v) pada waktu perebusan 30 menit .
Semakin besar rasio berat rendaman, maka beda konsentrasi kalsium oksalat dalam air rendaman dan umbi juga semakin besar, sehingga difusivitas air ke dalam umbi talas akan lebih besa pula .
4. Pengaruh waktu perebusan terhadap pengurangan kadar kalsium oksalat .
Semakin lama waktu perebusan kadar kalsium oksalat yang hilang juga semakin meningkat . Pada dasarnya pemanasan dapat merusak dinding sel dan menyebabkan oksalat keluar kemudian larut dalam air panas . Kelarutan kalsium oksalat pada suhu 90°C cukup tinggi yakni 0,0014 g/g H2O sehingga penurunan kadar oksalat dengan perebusan juga disebabkan oleh pelarutan dan degradasi panas .
PELUANG PENELITIAN SELANJUTNYA
Kondisi pereduksian oksalat pada irisan umbi talas yang baik dengan ketebalan irisan 1 cm , rasio berat perendaman 1:6 (b/v) , dan waktu perendaman 4 jam serta waktu perebusan 30 menit deperoleh hasil efisiensi penghilangan kalsium oksalat sebesar 79,53% . Kandungan kalsium oksalat pada senthe yang sudah diolah yaitu 351 mg/100 gram , sedangkan kadar oksalat yang diizinkan sebesar 71 mg/100 gram . Sehingga tepung talas senthe belum layak dikonsumsi .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar