A. Pencemaran Air
Pencemaran air adalah masuknya zat yang menyebabkan kualitas
air menurun ke tingkat tertentu sehingga air tidak dapat berfungsi sesuai
dengan peruntukkannya. Menurut data dari WHO 3,4 juta kematian prematur setiap
tahun dari penyakit yang ditularkan melalui air diantaranya sebanyak 1,9 juta
melaui penyakit diare. berikut ini adalah contoh sumber pencemaran air
yaitu:
Limbah Industri
Limbah Domestik
Kebocoran Kapal Tangker
Peracunan Ikan
Akibat dari pencemaran air, maka akan timbul suatu masalah
baru seperti racun, radiokatif dan panas dapat membunuh biota air dan polutan
yang banyak menggunakan O2 membuat air menjadi keruh dan bau busuk. Logam
seperti Hg Pb Ni dapat merusak organ tubuh manusia dan menimbulkan kanker. Bila
manusia mengkonsumsi air tercemar bisa sakit atau meninggal dunia. Berikut ini
adalah jenis-jenis zat pencemaran air diantaranya:
1. Zat Pengikat Oksigen
Mikrooganisme dari sisa makanan, pembuangan kotoran,
limpasan pertanian, dan pabrik kertas yang dapat mengikat oksigen di dalam air.
Contohnya dari pupuk kandang dan residu tumbuhan.
2. Zat Radioaktif
Sisa zat radioaktif bisa saja terdapat pada air. Misalkan,
yang bersumber dari pembangkit listrik, produksi senjata, sumber alamiah,
penambangan dan pengelolaan mineral. Contohnya dari thorium, uranium, cesium,
iodine dan radon. Zat radioaktif ini dapat menimbulkan gangguan pembelahan sel,
dan kerusakan sel tubuh.
3. Zat Organik
Memiliki toksisitas yang tinggi dan sangat bahaya apabila
air tercemar zat organik. Sumber zat organik bisa berasal dari pertanian,
industri dan pertanian. Contohnya dari pestisida, plastik minyak, bensin dan
deterjen.
4. Zat Anorganik
Senyawa logam (Ni, Pb, Hg) tercemar sedikit dalam air sudah
berbahaya. Bisa mengubah nilai pH air. Sumber zat anorganik ini bisa berasal
dari air limbah industri, bahan pembersih rumah tangga dan air limpahan.
Contohnya dari asam, basa dan logam.
5. Sedimen
Sumber pencemaran ini bisa melalui erosi daratan dan banjir.
Tanah dan pasir atau lumpur pada air menimbulkan kekeruhan yang dapat
mengganggu proses fotosintesis dalam air.
6. Energi Panas
Pembuangan limbah yang mengandung panas dapat menaikan suhu.
Air panas menghambat masuknya O2. Sumber pencemaran ini bisa terjadi pada
pembangkit listrik dan air pendingin industri, contohnya panas.
7. Unsur Hara dan Nutrisi
Bersumber dari pupuk pertanian, pembuangan limbah dan pupuk.
Menimbukan bau pada air dan tumbuh bakteri dan ganggang, contohnya nitrat,
fosfat dan amonium.
B. Sifat Air Tercemar
Sifat air tercemar dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:
1. pH
Kondisi normal : 6 – 8
Tercemar : alkalinitas : > 8 (kapur)
Keasaman : < 6 (zat zat organik)
Alat : kertas indikator pH dan alat pH meter
2. Suhu
Adanya perubahan suhu air. Air yang panas apabila langsung
dibuang ke lingkungan akan mengganggu kehidupan hewan air dan mikroorganisme
lainnya. Air dari hasil pendinginan mesin pabrik (panas dari mesin).
Alat : termometer
3. Warna, Bau dan Rasa
Warna: Air yang jernih belum tentu tidak beracun. Zat
berbahaya tidak menimbulkan warna jika larut dalam air
Bau: Apabila air berbau sudah dipastikan air tersebut
tercemar.
Rasa: Bila air berasa terjadi penambahan zat dalam air dan
mengubah nilai pH air.
4. Jumlah Padatan
TDS dan TSS besar akan mempengaruh proses Fotosintesis, sehingga
O2 terlarut sedikit.
5. COD
singkatan dari Chemical Oxygen Demand, atau kebutuhan
oksigen kimia untuk reaksi oksidasi terhadap bahan buangan di dalam air.
6. Kandungan Minyak
Adanya kandungan minyak pada air akan menghalangi sinar
matahari untuk proses Fotosintesis
7. Kandungan Logam Berat
Adanya logam berat di perairan, berbahaya baik secara
langsung terhadap kehidupan organisme, maupun efeknya secara tidak langsung
terhadap kesehatan manusia.
8. Kandunan Bahan Radioaktif
Meningkatnya radioaktivitas air lingkungan. Zat radioaktif
dari berbagai kegiatan dapat menyebabkan berbagai macam kerusakan biologis
apabila tidak ditangani dengan benar, baik efek langsung maupun efek tertunda.
C. Cara Mencegah Pencemaran Air
- Tidak membuang sampah organik maupun an organik ke air.
- Memakai deterjen yang ramah lingkungan.
- Tidak membuang limbah industri atau rumah tangga langsung ke air,melainkan dibuat dulu bak – bak penampungan.
- Tidak memakai racun atau listrik untuk menangkap ikan.
- Memakai pupuk dan insektisida tepat guna dan tepat dosis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar