PENERAPAN LEAN MANUFACTURING UNTUK MEREDUKSI WASTE DI INDUSTRI SKALA UKM
Darminto Pujotomo,
Raditya Armanda
3 September
2011
A. Latar Belakang
Lean manufacturing merupakan konsep manufaktur untuk
menghasilkan produk yang efisien daengan mengurangi biaya produksi melalui
efisiensi, dalam konsep lean, dikenalkan 7 macam pemborosan yang meliputi
produksi berlebih, transportasi material yang berlebihan, menunggu proses yang
tidak perlu, persediaan, pergerakan dan cacat produk. penelitian ini
menggunakan value stream mapping dalam mengidentifikasi pemborosan dan
menelusuri potensi terjadinya pemborosan.
Banyak pemborosan yang terjadi di perusahaan tanpa di sadari
oleh pelakunya. Selama ini perusahaan merasakan adanya pemborosan yang sering
terjadi. tetapi perusahaan jarang melakukan pengukuran. padahal, pemborosan
sangat berpotensi mengurangi efisiensi perusahaan. Penelitian ini bermaksud
mengidentifikasi pemborosan yang terjadi dan mereduksi pemborosan tersebut
sehingga mampu meningkatkan efisiensi produksi.
B. Hasil dan Pembahasan
CV. Citra Jepara merupakan perusahaan yang melayani permintaan
meubel dari customernya (make to demand) dan memilikki skala produksi yang
cukup besar sehingga penerapan lean manufacturing merupakan kebutuhan bagi
perusahaan untuk meminimasi waste untuk memaksimalkan profit dan dapat menjadi
unggul dari para kompetitornya. Banyaknya pemborosan material dengan membuang
bahan yang cacat dan sisa serbuk kayu dapat dikurangi dengan down size, finger
joint dan pres.
Proses Produksi
di fokuskan pada peroses perubahan dari log kayu menjadi
komponen sebuah meubel.
proses produksi ini di bagi menjadi 3 tahap
- tahap ini adalah proses pembuatan log kayu menjadi papan kayu dengan menggunakan mesin sawmill.
- tahap kedua menggunakan mesin ricksaw, yaitu proses pembuatan papan kayu menjadi komponen setengah jadi. tentu saja sesuai dengan yang di butuhkan.
- tahap terakhir dengan mesin radial adalah pembuatan komponen setengah jadi menjadi komponen jadi..
pada setiap
tahap proses tersebut terdapat quality control yang bertugas mengecek hasil
dari proses produksi. pengecekan berupa sepisifikasi produk sesuai yang di
butuhkan.
Desain Layout Produksi
perusahaan menerapkan proses layout, peletakan mesin pun
telah sesuai dengan kebutuhan pekerja dari proses pembuatan komponen.
Penerapan Value Stream Mapping
pada penerapan ini terlihat adanya beban kerja yang
tidak seimbang pada setiap proses kerja, terutama terlihat pada mesin sawmill
yang hanya terdiri dari 2 mesin dan memiki waktu pemrosesan yang paling lama.
ketidak seimbangan aliran proses dapat diatasi dengan cara lantai produksi
membuat persediaan work in process berupa papan kayu.
The 7 Wastes
- Correction Waste
untuk
mengurangi waste pada proses correction waste, di terapkan system qualitu
control yang berfungsi untuk menyingkirkan material cacat agar tidak di proses
lebih lanjut.
- Overproduction Waste
dalam proses
ini tidak terjadi karna produk yag di kerjakan merupakan produk make to demand.
- Movement of Material Waste
Pada proses
ini menggunakan Forklift, Platform truck, dan Handlift Truck yang masing masing
di gunakan sesuai kapasitas barang produksi tersebut
- Motion Waste
para pekerja
memiliki job desk masing-masing sehingga pergerakan yang terjadi tidak
mengakibatkan motion waste
- Waiting Waste
Waiting
Waste sedikit terjadi pada proses produksi, ini terbukti dengan sedikitnya
material yang menunggu untuk di proses selanjutnya dan kesesuaian beban kerja.
- Inventory Waste
Karna
banyaknya faktor yang tidak tentu seperti faktor alam dan perijinan, maka
perusahaan menerapkan kebijaka safety stock untuk mencegah terjadinya stockout
atas permintaan konsumen.
- Processing Waste
dalam proses
produksi yang di lakukan, bagian produksi menetapkan jumlah komponen yang harus
di penuhi pada hari tersebut.
Sustainable Manufacturing
ketiga pilar pendukung sustainable mancufacturing tidak
dapat berdiri sendiri karena makna sustainable itu sendiri berarti
berkelanjutan dimana satu proses berlanjut ke proses-proses berikutnya dimana
proses sebelumnya akan mempengaruhi proses selanjutnya baik secara langsung
atapun secara tidak langsung. sebagai contoh ketersediaan bahan baku
mempengaruhi ada tidaknya proses produksi yang akan di laksanakan.
dalam studi kasus ini akan kita bahas beberapa alternatif
yang dapat digunakan untuk menciptakan sustainable manufacturing pada CV. Citra
Jepara. antara lain:
- mengurangin pengguanaan bahan utama yang tidak berkelanjutan dengen penggunaan bahan pengganti yang berkelanjutan dan lebih ramah lingkungan.
- mengoptimalkan penggunaan energi selama logistik, proses produksi dan distribusi.
- menurunkan tingkat waste dari proses produksi dengan meningkatkan efisiensi proses produksi
- meningkatkan kualitas produk untuk memperpanjang masa pemakaian produk dan mudah terurai oleh alam.
- meningkatkan servis produk untuk pemanfaatan produk yang lebih lama sehingga tidak menimbulkan prilaku konsumtif pada konsumen.
- memperbaiki keamanan dan kesehatan dari pekerja, komunitas, dan pengguna.
- mengoptimalkan penggunaan satu kawasan industri untuk penghematan biaya dan kemudahan pengelolaan limbah.
- meningkatkan peran serta perusahaan, perkotaan dan pemerintah dalam upaya menciptakan sustainable manufacturing.
- menggalakan inovasi dalam dunia industri.
berikut
merupakan tindakan sustainable untuk mengurangi sampah yang di buang dan
memaksimalkan material yang ada;
- down size; adalah penurunan ukuran komponen yang di produksi akibat cacat komponen yang reject.
- Finger joint; adalah desain dengan menyusun komponen-komponen kecil yang dapat di susun untuk menjadi komponen yang lebih besar
- press; adalah proses dimana bubuk sisa serpihan kayu dengan di press sehingga dapat di gunakan untuk menjadi bagian yang dapat di gunakan kembali.
Peluang penelitian selanjutnya
dalam penelitian ini penelitian untuk selanjutnya tidak ada
karena limbah kayu yang di hasilkan dapat di manfaatkan kembali. dan juga
penggunaan kayu dari pohon jati menggunakan jati yang ideal untuk sebuah
tanaman sebagai bahan baku pembuatan mebel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar